isue Facebook

Isu seputar fatwa haram facebook tampaknya terus bergulir. Kali ini dari Ponpes lirboyo – Kediri yang memberikan klarifikasi. Setelah disebut-sebut tempatnya digunakan untuk bahtsul masail para Ulama’ Jawa Timur, KH. Idris Marzuki selaku pengasuh Ponpes tersebut membantah adanya pembahasan masalah penggunaan situs ini, bahkan Beliau membantah kenal dengan Nabil Haroen yang sebelumnya diberitakan sebagai juru bicara Ponpes Lirboyo.
Mengutip okezone, Kiai Idris mengaku memang ada pertemuan para ulama di Jawa Timur dengan agenda membahas persoalan umat kontemporer. Namun pertemuan itu sama sekali tidak menyinggung tentang hukum Facebook. "Tadi malam pertemuannya selesai. Tapi tidak ada bahas itu," ungkapnya.
Sepertinya isu tersebut juga sampai di Depkominfo. Namun mereka memilih tidak ikut-campur urusan fatwa halal ataukah haramnya facebook.
"Saya tidak mau menanggapi (fatwa) itu. Itu kan memang urusan mereka (ulama). Yang jelas kami sudah membuat payung hukum mengenai pemanfaatan teknologi," ujar Dirjen Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi.
Merebaknya kontroversi seputar berita fatwa ini juga tak luput ditanggapi MUI.  MUI menilai, tidak ada alasan mendasar untuk dikeluarkan fatwa haram jika jejaring sosial ini mengandung banyak manfaat bagi umat.
"Kalau lebih banyak manfaat untuk orang lain seperti untuk berdakwah, menyambung tali slaturrahmi, kenapa harus diharamkan?" ujar Ketua MUI, Cholil Ridwan, saat dikonfirmasi okezone, Senin (25/5/2009).
Alhasil, sebenarnya secara pribadi sangat mudah untuk menentukan halal atau haramnya akses situs pertemanan ini. Tinggal berikan jawaban atas pertanyaan: “Untuk apa kita menggunakannya?” dan jawabannya kembalikan pada syari’at apakah diizinkan atau tidak.